Covid 19


Pandemi COVID-19 di Indonesia

Sampai tanggal 14 Juli 2020, Indonesia telah melaporkan 78.572 kasus positif, terbanyak di Asia Tenggara melampaui Filipina. Dalam hal angka kematian, Indonesia menempati peringkat keenam terbanyak di Asia dengan 3.710 kematian.[4] Namun, angka kematian diperkirakan jauh lebih tinggi dari data yang dilaporkan lantaran tidak dihitungnya kasus kematian dengan gejala COVID-19 akut yang belum dikonfirmasi atau dites.[5][6] Sementara itu, diumumkan 37.636 orang telah sembuh, menyisakan 37.226 kasus yang sedang dirawat.
Pemerintah Indonesia telah menguji 1.097.468 sampel dari 273,6 juta penduduk, yang berarti hanya sekitar 4.011 pengujian per satu juta penduduk, menjadikannya salah satu negara dengan jumlah rasio pengujian terendah di dunia. Sebagai perbandingan, rasio Indonesia lebih rendah daripada Kenya yang berpenduduk sekitar 53,8 juta jiwa, tetapi memiliki rasio pengujian 4.019 per satu juta penduduk.[4]
Sebagai tanggapan terhadap pandemi, beberapa wilayah telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Sebagian wilayah tersebut telah mengakhiri masa PSBB dan mulai menerapkan kenormalan baru.

Dampak Virus Corona pada Sektor Ekonomi dan Digital

 Saat ini pandemi virus corona (COVID-19) menjadi sosok yang paling di takuti oleh manusia yang ada di bumi, virus ini pertama muncul di daratan China tepatnya di kota Wuhan. Di mana yang kita tahu China merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk paling banyak di dunia pada saat ini. Bukan hanya dunia kesehatan yang mendapat dampak dari serangan virus corona ini. Namun sektor-sektor lain juga mendapat pengaruh dari adanya virus Covid-19 ini.

Dari sektor kesehatan saja sudah banyak korban yang diakibatkan oleh penyebaran virus corona ini. Tidak terkecuali Indonesia. Di Negara kita sendiri ini sudah ada ratusan orang yang menjadi korban dari virus berbahaya ini.
Selain itu dunia ekonomi dan digital juga mendapat imbas dari adanya virus kecil yang mematikan ini. Lalu apa saja dampak Virus Corona ini terhadap sektor Ekonomi dan Digital?
Dampak Virus Corona di Sektor Ekonomi
Dilihat dari awal munculnya virus ini, jelas akan sangat berdampak pada sektor ekonomi dunia. Cina merupakan pusat gravitasi perdagangan dunia. Semenjak munculnya virus ini China sudah membekukan semua aktivitas yang ada di negara tersebut. Tentu ini akan sangat mempengaruhi perekonomian dunia. Dampak nyatanya sudah jelas terlihat dari menurunnya harga minyak dunia. Memang ini merupakan keuntungan bagi negara Indonesia yang merupakan pengimpor minyak. Namun ini akan mengganggu kestabilan perekonomian dunia.
Tidak hanya itu di Indonesia sendiri saat ini sudah banyak kota yang melakukan lockdown untuk menghindari penyebaran virus corona. Dengan begitu aktivitas warga akan beku dan akan menghambat perekonomian masyarakat Indonesia. Bayangkan saja banyak pusat perkantoran yang harus menghentikan pelayanannya. Lalu bagaimana meraka akan menlanjutkan perekonomian mereka? Nah untungnya presiden jokowi sudah memberi solusi WFH (Work From Home) Artinya semua aktifitas perekonomian kali ini harus di kerjakan di rumah dan hanya mengandalkan dunia online.
Dampak Virus Corona di Sektor Digital
Dengan adanya himbauan WFH ini dunia digital mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bagaimana tidak semua kegiatan masyarakat saat ini sudah banyak dilakukan secara online. Semua bisnis yang biasanya dilakukan di kantor atau di pusat perbelanjaan saat ini sudah banyak beralih ke dunia online.
Penggunaan internet di Dunia maupun Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan dengan adanya virus corona ini. Namun yang menjadi masalah adalah pelayanan dari setiap perusahaan telekomunikasi mengalami penurunan kinerja. Karna banyak perusahaan telekomunikasi yang meliburkan pekerja teknis lapangan di sana. Sehingga jika terjadi masalah jaringan di suatu daerah pekerja teknis lapangan dari perusahaan telekomukasi terkait tidak bisa dengan cepat menanganinya.
Namun hikmahnya dengan adanya WFH ini banyak orang yang akhirnya sadar teknologi. Dan mereka mau belajar tentang pentingnya dunia digital dalam perkembangan bisnis. Banyak orang yang menyadari jika saat ini sudah jadi trend-nya industri kreatif 4.0.

Apa itu Zona Hijau, Zona Merah Hingga Zona Hitam Terkait Virus Corona?

Namun, masih belum banyak yang paham dan tahu arti dan perbedaan dari zona tersebut, terlebih Surabaya kini disebut-sebut masuk dalam zona hitam.
Sekarang, cari tahu, yuk, arti dan perbedaan dari empat zona tersebut!
Sebelumnya, virus corona di Indonesia semakin meningkat dan mendapatkan kasus baru, sehingga pemerintah melakukan beberapa upaya untuk menekan kasus Covid-19.
PSBB hingga social distancing telah dilakukan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Data dari KawalCOVID19 (3/6/2020) terdapat penambahan 684 kasus baru, sehingga total kasus positif saat ini mencapai 28.233 kasus.
Sementara itu, jumlah pasien yang dirawat sebanyak 18.129 orang dengan 8.406 orang dinyatakan sembuh. Sementara 1.698 orang dinyatakan meninggal dunia.
Selain itu, data tersebut juga menunjukkan sudah ada sebanyak 246.433 orang yang menjalani tes untuk mendeteksi Covid-19 dengan rasio positif mencapai 8,06 persen.
Arti dari Keempat Kategori Zona
1. Zona hijau, artinya sebuah wilayah atau daerah sudah tidak ada kasus atau infeksi virus corona.
Aktivitas seperti biasa juga sudah bisa berjalan dengan normal.
Namun, pada wilayah zona hijau tetap perlu ada kesadaran masyarakat untuk meningkatkan jarak sosial, cuci tangan, hingga pemakaian masker.
2. Zona kuning, artinya ada beberapa kasus Covid-19 dengan beberapa penularan lokal.
Di zona ini bisa dilakukan PSBB secara parsial.
Selain itu, zona kuning akan menerapkan protokol kesehatan yang sama dengan Zona Hijau yaitu dengan mengidentifikasi kontak dari kasus yang dikonfirmasi (pelacakan kontak), dan melakukan pengujian, pemantauan maupun isolasi mandiri.
Tak lupa juga melakukan jarak sosial, mencuci tangan, dan etika bersin.
ilustrasi zona merah
ilustrasi zona merah
3. Zona Merah, artinya masih ada kasus Covid-19 pada satu atau lebih klaster dengan peningkatan kasus yang tinggi.
Dalam kasus zona merah, diperlukan protokol kesehatan yang serius, seperti menutup sekolah, tempat ibadah, dan bisnis.
Selain itu, membatasi perjalanan hanya untuk tujuan penting.
Memberlakukan lockdown (karantina) bagi komunitas yang telah terinfeksi virus corona dan menjaga orang-orang tetap berada di rumah mereka serta mengirimkan kebutuhan mereka tanpa kontak fisik.
Enggak hanya itu, perlu menyediakan fasilitas terpisah untuk kasus infeksi dari layanan kesehatan lainnya. 
4. Zona hitam, artinya kasus Covid-19 pada suatu daerah sudah sangat parah.
 
Dikutip Kompas.com, Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menjelaskan, kondisi hitam bisa memiliki arti darurat.

Comments